GRAUSIG HISTORY
 


GRAUSIG 2018

Bolonk - Vocals
Septian - Guitars
Mame - Guitars/backing vocals
Ewin - Bass
Denny - Drums

 
 

GrausiG merupakan sebuah group musik Death Metal yang dibentuk pada tahun 1989 di Jakarta oleh Yahya Wacked (ex-vocalist awal group musik “Sucker Head”). Kata “GrausiG” diambil dari bahasa Jerman yang berarti “mengerikan”, pada awal formasinya GrausiG beranggotakan Yahya Wacked (vocal, guitar), Jorghy (vocal, guitar), Bay (bass), Robin-RIP (drums) sempat merilis single “Doomsday” yang masih bernuansa Death-Grind, melalui single ini nama GrausiG mulai dikenal dan kerap melakukan pertunjukan di Jakarta dan kota-kota lainnya.

Tahun 1994 terjadi perubahan besar yang terjadi pada GrausiG, yang mana para personilnya (Jorghy dan Bay) keluar untuk melanjutkan studi di luar negeri, Robin-RIP saat itu juga direkrut oleh grup Suckerhead sebagai drummer tetap untuk pengerjaan album pertamanya, tersisa hanya Yahya Wacked (vocal, guitar). Akhirnya Yahya Wacked merekrut Denny (drums) dan membuat materi baru GrausiG bernuansa Death Metal untuk Mini Album / Ep pertama, setelah beberapa materi baru jadi direkrutlah juga James (vocal), Bobby (bass, backing vocal). Sebelum formasi ini merekam materi yang akan dimuat pada Mini Album / Ep, gitaris sekaligus pendiri, keluar dari GrausiG karena adanya perbedaan pendapat, untuk mengisi kekosongan teresbut sekaligus untuk melanjutkan proses rekaman Mini Album / Ep direkrutlah Ricky (guitar).

Dengan formasi James (vocal), Ricky (guitar), Bobby (bass, backing vocal), Denny (drums) GrausiG merilis Mini Album / Ep yang bertitel “Feed The Flesh To The Beast” (1997) lewat sebuah label asal Surabaya Graveyard Productions. Mini Album /Ep ini mendapat sambutan positif dari metalhead seluruh Indonesia kala itu. Dalam perjalanan promo pertunjukan di Jakarta dan kota-kota lainnya.dari Mini Album / Ep tersebut Bobby (bass, backing vocal) dikeluarkan dari GrausiG karena kecanduan drugs, untuk menutupi kekosongan direkrutlah Ino (bass, backing vocal) sebagai pengganti.

GrausiG dengan formasi James (vocal), Ricky (guitar), Ino (bass, backing vocal), Denny (drums) pada tahun 1999 merilis album penuh / Lp bertitel “Abandon, Forgotten & Rotting Alone” (1999) lewat Independen Records/Aquarius Musikindo. Formasi ini bertahan hingga awal tahun 2001 menyusul dengan keluarnya James (vocal) dari GrausiG. Kekosongan vocalis ini berujung pada pergantian formasi pada akhir tahun 2001, dengan keluarnya Ino (bass, backing vocal) maka direkrutlah Porry-COB (vocal) dan Hari (bass), formasi ini mulai menggarap materi dengan direksi musik yang sangat berbeda dari sebelumnya, yaitu post-metal atau lazim disebut Nu Metal kala itu dan berhasil merilis sebuah album penuh / Lp bertitel “Tiga Dimensi” (2002) lewat Alfa Records. Perilisan album tersebut mendapat kecaman dari para metalhead, album ini juga dianggap sebagai album yang gagal sekaligus mengaburkan image GrausiG sebagai sebuah musik Death Metal. Kegagalan dan kecaman tersebut berujung terhadap vacum nya GrausiG hingga tahun 2011 lalu.

Tahun 2011 lalu GrausiG untuk pertama kali tampil di depan publik setelah vakum selama 9 (sembilan) tahun, tampil pada acara peringatan/charity terhadap Bobby (mantan Bass player GrausiG era mini album/Ep “ Feed The Flesh To The Beast”1997) yang meninggal akibat sakit yang dideritanya. Saat itu GrausiG tampil dengan formasi : James (vocal), Ricky (guitar), Denny (guitar) dengan kolaborasi dengan mantan personil GrausiG terdahulu yaitu : Jorghi (bass) serta Yahya Wacked (guitar). Formasi di atas merupakan awal dari “Kebangkitan Kembali” GrausiG pada scene Underground / Death Metal Indonesia era sekarang.

Mini Album / Ep “ In The Name Of All Who Suffered and Died” dirilis GrausiG di tahun 2013 dengan formasi James (vocal), Budi (guitar, ex-Slimer), Ewin (bass, ex-Siksa Kubur), Denny (drums) yang berisikan 4 (empat ) buah lagu yang diambil dari album-album sebelumnya dan di arransemen dan direkam ulang ditambah 1 (satu) buah lagu baru,

Menyusul hengkangnya James (vocal) dan Budi (guitar) tepat di bulan Juni 2014 setalah pergantian formasi GrausiG hingga beranggotakan Phuput (vocal, ex-Burial, Krematis), Ivan (guitar, ex-Defeating), Ewin (bass), Denny (drums) merilis sebuah CD bertitel “God’s Replicated” (2014) berisikan 3 (tiga) buah lagu, dirilis sebagai bentuk pemberitahuan kepada khalayak luas tentang seperti apa musik GrausiG dan merupakan benang musik di Album Penuh / Lp di tahun setelahnya.

Pada tahun 2016 GrausiG kembali merilis Album penuh/Lp bertitel “Di Belakang Garis Musuh” (2016) lewat Majemuk Records dengan formasi yang sama pada era God’s Replicated di tahun 2014, album “Di Belakang Garis Musuh” ini juga dirilis ulang oleh sebuah label asal USA Obsure Musick. Setelah melakukan promo tour album formasi GrausiG kembali mengalami pergantian dan penambahan anggota pada seksi Guitar, dengan masuknya Mame (guitar, backing vocal) dan Ipay (guitar).

Saat penggarapan materi album terakhir Phuput (vocal) dan Ipay (guitar) mengundurkan diri, bulan Juni 2018 Album Penuh/ Lp “Dogma Dunia Baru” (2018) dirilis dan memuat 8 (delapan) materi baru. Pada album “Dogma Dunia Baru” (2018) GrausiG berformasikan Bolonk (vocal), Mame (guitar, backing vocal), Septian (guitar, ex-Devil Death Castle), Ewin (bass) serta Denny (drums).

 
     
GRAUSIG | Jakarta Death Metal Official Website phpMyVisites